Tempat Wisata Gunung Batu Tilu di Majalengka Jawa Barat - Bagaimana jadinya jika Anda menemukan naga yang sangat panjang, yang panjangnya beratus-ratus kilometer? Pasti Anda kaget, bukan? Tapi tenang, itu hanya sebuah legenda dari Jawa Barat ( baca : tempat wisata daerah di Jawa Barat ). Legenda itu bernama Ambu Naga Runting, cerita tentang seekor naga besar yang kepalanya berada di Gunung Ciremai dan ekornya sampai di Gunung Batu Tilu. Nah, kali ini saya tidak akan membahas legenda Naga Gunung Batu Tilu itu, tapi saya akan bahas tentang tempat wisata Gunung Batu Tilu.
Adapun informasi yang mungkin Anda butuhkan tentang Gunung Batu Tilu sebagai berikut:
Keindahan alam Gunung Batu Tilu : Gunung Batu Tilu merupakan wisata alam berupa kumpulan gunung. Gunung Batu Tilu terdiri dari tiga bukit yang memiliki keunikan dan keindahan alam tersendiri. Bukit-bukit atau gunung-gunung tersebut dinamakan puncak Sukmana (1.154 m dpl), puncak Gunung Tilu (1.076 m dpl), dan puncak lainnya yang tidak diketahui namanya (1.112 m dpl). Selain bisa menikmati pegunungan, Anda juga akan merasakan sensasi kesegaran dari 2 sungai besar yang melintasinya. Dan yang lebih menarik, di Tempat Wisata Gunung Batu Tilu juga terdapat hutan lindung yang banyak pohon jati dan pinus. Namun, itu semua masih belum seberapa karena jika kita dapat mencapai puncak Gunung Tilu maka kita akan menemukan situs batu berbentuk naga, yang ada hubungannya dengan legenda Ambu Naga Runting. Hmmm, situs sejarah di antara kumpulan panorama alam. Sangat menarik, bukan?
Lokasi dan Transportasi Tempat Wisata Gunung Batu Tilu : Wisata pegunungan ini terletak di Desa Jatimulya Kecamatan Kasokandel (+ 8 Km dari Kota Majalengka). Sayangnya, untuk mencapai daerah wisata tersebut belum adanya angkutan umum dan fasilitas yang bisa dipakai, sehingga Anda harus bepergian dengan kendaraan pribadi.
Tarif Tempat Wisata Gunung Batu Tilu : Jika Anda ingin pergi ke sana, Anda tidak perlu menghabiskan uang untuk biaya masuk karena gratis! Dan karena Anda dianjurkan membawa kendaraan pribadi, maka biaya transportasi juga tergantung dari Anda sendiri.
Demikianlah beberapa informasi mengenai Tempat Wisata Gunung Batu Tilu Majalengka Jawa Barat ini. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda. Baca informasi wisata di Majalengka lainnya ya.
Kamis, 31 Maret 2016
Rabu, 30 Maret 2016
Makam - Makam Keramat Di Majalengka
Majalengka terkenal dekat dengan adat istiadat / kesepuhan tapak para wali dan tokoh tokoh pahlawan kejawen jaman dahulu Tepatnya di Sumber Kulon Dan Sumber Wetan Ataupun di Desa - Desa Sekitar Wilayah 3 Cirebon Masyarakatnya masih sangat melekat akan adat istiadatnya, Berikut ini foto foto makam keramat atau sesepuh zaman kuna
1. Buyut Arsitem
Yang Berada Tepat Di Blok Pesarean Desa Sumber Wetan Kecamatan Jatitujuh
2. Buyut Sumur Sindu
Yang Berada tepat Di Blok Sumur Sindu Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka
3. Buyut Arimah
Yang Berada tepat Di Blok Danasari Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengk
4. Buyut Wasa
Nah Itu Dia kawan Situs Makam - Makam Keramat / Wisata ziarah Khususnya Di wilayah Majalengka Masih Banyak sih,,,Tapi Ane lum Mengunjunginya Entar Ane Sambung Lagi Deh
Wassalamu Alaikum Wr.Wb. Semoga Bermanfaat Yah.. Salam Sukses
"RAHAYU CELL", Sumber Kulon...
1. Buyut Arsitem
Yang Berada Tepat Di Blok Pesarean Desa Sumber Wetan Kecamatan Jatitujuh2. Buyut Sumur Sindu
Yang Berada tepat Di Blok Sumur Sindu Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka
3. Buyut Arimah

4. Buyut Wasa
5. Buyut Danasari
6. Buyut Nangin
7. Buyut Sumur Balok
8. Buyut Tayim
9. Buyut Jangkung
10. Buyut Jenal
11. Buyut Nyata
12. Buyut Sambeng
13. Buyut Sidum
Nah Itu Dia kawan Situs Makam - Makam Keramat / Wisata ziarah Khususnya Di wilayah Majalengka Masih Banyak sih,,,Tapi Ane lum Mengunjunginya Entar Ane Sambung Lagi Deh
Wassalamu Alaikum Wr.Wb. Semoga Bermanfaat Yah.. Salam Sukses
"RAHAYU CELL", Sumber Kulon...
Tempat Wisata di Majalengka
Daftar Objek Wisata di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat
Kabupaten Majalengka adalah salah satu dari 18 kabupaten di Jawa Barat, Indonesia. Kondisi geografis Kabupaten Majalengka wilayah bagian utara berupa dataran rendah, sedangkan wilayah bagian selatan berupa pegunungan membuat daerah ini kaya akan potensi wisata alam khas pegunungan, diantaranya berupa air terjun/curug, bendungan, situ, talaga, dan lainnya. Selain itu Majalengka juga memiliki beberapa daya tarik wisata kuliner dan makanan khas daerah. Berikut daftar tempat wisata di Majalengka yang menarik untuk dikunjungi.
Agro Batu Luhur
Merupakan salah satu tempat wisata alam yang memiliki keunikan dan juga fasilitas permainan dan perkemahan yang bisa dilakukan bersama keluarga. Lokasi objek wisata Agro Batu Luhur terletak di desa Jerukleueut, kecamatan Sindangwangi. Jarak yang harus ditempuh dari pusat Kota Majalengka untuk menuju objek ini yaitu + 22 km. Akses menuju objek pada saat ini sudah cukup baik dengan kondisi jalan yang sudah diaspal, tetapi masih minim angkutan umum.
Air Terjun Cibali
Lokasinya berjarak +/- 39 km dari pusat kota Majalengka, tepatnya terletak di Desa Cikondang Kecamatan Cingambul. Air terjun Cibali merupakan salah satu dari curug yang terkenal di Majalengka, Cirebon. Lepaskan penat sejenak dengan deburan gemericik air curug Cibali.
Air Terjun Cilutung
Merupakan salah satu obyek wisata dari Majalengka yang belum terkenal dan belum dikelola dengan baik. Namun, keindahan dari curug ini sangat luar biasa indahnya sehingga memiliki potensi bila dikembangkan. Air Terjun Cilutung terletak di Desa Campaga, Kec. Talaga. Jarak dari pusat Kota Majalengka sekitar 28 km.
Bendungan Rentang
Salah satu bendungan terbesar di Jawa Barat dan menjadi salah satu tempat wisata murah favorit bagi warga sekitar Majalengka. Bendungan Rentang merupakan kawasan irigasi dengan luas +/- 12 ha yang terletak 30km dari pusat kota Majalengka, tepatnya di Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh.
Curug Muara Jaya
Curug Muara Jaya merupakan keindahan alam yang ada di Majalengka yang berupa air terjun yang indah. Terletak di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, +20.1 km dari pusat kota Majalengka. Disini Anda juga bisa camping dan menikmati pemandangan alam. yang dikelola pada tahun 1999.
Curug Sawer
Curug Sawer merupakan tempat wisata alam air terjun yang lokasinya sekitar 21.5 km dari pusat kota Majalengka, tepatnya di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura. Letaknya yang tersembunyi membuat curug ini menyimpan sejuta pesona keindahan alam. Kendala yang dihadapai untuk menuju objek wisata ini adalah kurangnya akses dan kondisi jalan yang sangat curam sehingga pengunjung mengalami kesulitan untuk mencapai wisata tersebut.
Curug Tonjong
Curug Tonjong merupakan curug unik di Majalengka yang masih asri dan alami. Keindahan alamnya belum terlalu banyak tersentuh oleh tangan-tangan manusia.
Gunung Batu Tilu
Gunung Batu Tilu merupakan kawasan wisata alam di Majalengka yang menyimpan sejuta pesona keindahan alam dan juga keunikan wisata berupa batu naga di dalamnya.
Kebun Teh Cipasung
Kebun Teh Cipasung merupakan salah satu tempat wisata alam yang ada di Majalengka. Disini Anda bisa menikmati keindahan alam dan juga udara segar pegunungan bersama keluarga.
Kolam Renang Balong Sangraja
Kolam Renang Balong Sangraja merupakan wisata kolam renang alami di Majalengka dengan air yang menyegarkan. Letaknya 1,5 km dari pusat kota Majalengka, dan menyajikan hiburan seni tangkas domba pada setiap awal bulan. Selain itu Anda juga bisa menikmati wisata outbound yang menantang.
Pendakian Gunung Ceremai
Pendakian Gunung Ciremai ini dikelola oleh TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai). Pendakian Gunung Ceremai mempunyai tiga jalur yang berbeda-beda. Setiap jalur ini menyimpan berbagai keindahan alam dan keunikan alam yang berbeda pula. Daya tarik objek wisata ini adalah puncak Gunung Ciremai, pendakian dan keindahan alamnya.
Panorama Cikebo
Terletak di Desa Tegal Sari Kecamatan Maja, sekitar 14 km dari pusat Kota Majalengka. Anda bisa bersantai sambil menikmati jagung bakar. Tempat wisata ini sudah sangat terkenal di daerah Majalengka sebagai tempat refreshing dan juga rekreasi keluarga.
Panorama Lemahputih
Merupakan tempat wisata alam yang menyajikan berbagai fasilitas menarik untuk Anda dan keluarga yang terletak di Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih, dengan jarak sekitar 47 km dari pusat kota Majalengka. Panorama Lemahputih terdiri dari dua objek wisata yang berdampingan yaitu Buana Puri (tempat hiburan, kolam renang, lapangan golf, cafe) dan Buana Marga (Taman Dinosaurus). Anda bisa relaks menikmati alam dan bermain bersama keluarga atau teman-teman disini.
Situ Anggrahan
Situ Anggrahan adalah salah satu objek wisata yang ada di Majalengka yang kurang dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat sehingga membuatnya menjadi tak terawat. Terletak di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, dengan jarak sekitar 35 Km dari pusat kota Majalengka. Pada saat musim kemarau biasanya Situ Anggraahan sangat kering (tidak ada airnya).
Situ Batu
Terletak di Desa Malausma yang berjarak sekitar 46 km dari kota Majalengka. Sama halnya dengan Situ Anggrahan, situ ini juga belum dikelola dengan baik. Akses menuju lokasi tersebut kurang baik, jalan menuju lokasi hanya berupa jalan batu atau tanah, dan belum ada angkutan umum.
Situ Cijawura
Danau dengan dengan luas +45 Ha ini terletak di Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, dengan jarak dari pusat kota menuju objek wisata ini sekitar +28 km. Situ Cijawura dikelola oleh Paguyuban Jawura Mitra Tani dan telah beralih fungsi menjadi perikanan tadah hujan.
Situ Cipanten
Situ Cipanten berada di Desa Gunung Kuning, Kabupaten Majalengka. Jarak dari pusat kota Majalengka sendiri tidak begitu jauh hanya berjarak 16 km menuju situ. Pengunjung dapat menikmati kesejukan udara di lokasi tersebut sambil menikmati pemandangan situ yang tenang.

Foto pemandangan alam tempat wisata Situ Cipanten yang berada di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, berjarak sekitar 16 km dari pusat kota.
Situ Cikuda
Situ Cikuda merupakan salah satu pariwisata yang masih belum banyak dikembangkan. Jadi, tak banyak pengunjung yang mengetahui keberadaan objek wisata ini. Lokasinya terletak di Desa Padaherang, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, dengan jarak tempuh sekitar 25 Km dari pusat kota.
Situ Janawi
Objek wisata air Situ Janawi merupakan salah satu sekian situ di Majalengka yang menawarkan keindahan, keasrian dan keunikan pesona alam pepohonan dan teratai yang tumbuh. Letaknya sekitar 25 km dari pusat Kota Majalengka, tepatnya berlokasi di Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh.
Situ Sangiang (Makam Sunan Parung)
Situ Sangiang adalah termasuk objek wisata menarik yang ada di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka. Situ yang dibangun pada tahun 1998 ini menawarkan panorama alam yang mempesona. Di tempat ini terdapat makam Sunan Parung yang sering menjadi tujuan para peziarah. Akses menuju objek wisata ini cukup baik.
Talaga Herang
Tempat wisata air Talaga Herang berada di Kecamatan Sindangwangi, 23 km dari pusat Kota Majalengka. Ada sumber air dari perut bumi di tengah telaga dan kondisi airnya sangat bersih sehingga pengunjung dapat melihat sampai ke dasar talaga. Objek wisata ini sangat cocok untuk dikunjungi karena panoramanya. Wisatawan dapat menikmati keindahan talaga dengan menggunakan becak air atau perahu kecil.
Talaga Loa
Sama seperti telaga lainnya, Talaga Loa merupakan salah satu potensi wisata alam daerah Majalengka. Talaga ini memiliki panorama alam indah sehingga layak untuk dikunjungi ketika Anda berada di Majalengka Jawa Barat.
Wisata Kuliner Majalengka
Daftar Makanan Khas Majalengka
Berikut makanan khas dan oleh-oleh yang bisa Anda bawa pulang jika berwisata atau berkunjung ke daerah Majalengka:
- Kecap Majalangka
- Mangga Gedong Gincu
- Kripik Jagung
- Dodol Jambu
- Gula Cakar
- Jalakotek
- Opak
- Nasi Lengko
- Emping
- Rangginang
- Keripik Pisang
Daftar Tempat Makan Terkenal di Majalengka
Jika Anda berkunjung ke daerah Majalengka dan sekitarnya, jangan lupa mampir untuk mencicipi hidangan/kuliner di tempat-tempat makan terkenal di Majalengka, diantaranya:
- Rumah Makan Tiga Dara
- Rumah Makan Nera
- Rumah Makan Saung Syuro
- Rumah makan Saung Ma’No
- Rumah Makan Saung Sangraja
- Rumah Makan Sawah AKi
Nah, jika menginginkan liburan atau wisata murah di Jawa Barat, tidak ada salahnya mengunjungi salah satu atau beberapa dari daftar tempat wisata di Majalengka di atas bersama teman, atau keluarga.
Curug Tapak Kuda Sadawangi Belum Tergali
LEMAHSUGIH - Setelah pemandangan terasering Panyaweuyan di Kecamatan Argapura yang ramai dikunjungi warga luar daerah.
Kini muncul lagi sebuah air terjun yang tak kalah indahnya, di blok Simpur Dusun Tapak Kuda Desa Sadawangi.
Warga sekitar menyebutnya dengan nama curug (air terjun-red.) Tapak Kuda, yang diambil asal nama daerahnya. Curug ini cukup terjal dan lebih tinggi daripada curug Muara Jaya.
Dan terlihat ada empat tingkatan curug sehingga terlihat lebar dan panjang.
Hanya saja, tak seperti di Curug Muara Jaya, ataupun Green Canyon di Sukadana.
Ketika memasuki curug ini, baik di tempat parkir yang memang masih dititipkan di halaman rumah-rumah warga, memasuki area curug pun masih gratis.
Karena memang tak ada pihak pengelola parkir.
Para pengunjung yang datang hanya akan disapa oleh warga sekitar. Warga sekitar mengakui, bahwa hanya terkadang saja ada sejumlah orang yang mau melihat curug Tapak Kuda ini.
"Bagi kami curug Tapak kuda itu biasa, kalau pun ada warga lain yang ingin melihat, itu hanya kadang-kadang saja, tidak ramai seperti obyek wisata lain, intinya di sini tidak aneh kang. Kalau mau lihat Curug silakan-silakan saja," ungkap seorang warga setempat, Wati.
Ketika wartawan koran ini bersama tim ekspedisi dari Radika (radio pemerintah daerah-red.) menelusuri secara langsung ke lokasi Curug tapak kuda, rombongan motor terpaksa dititipkan di halaman rumah warga.
Dan kami pun harus berjalan kaki menuju lokasi curug dan berjalan selama 10 menit dengan menyusuri jalanan pematang sawah.
Di lokasi curug ini tidak terlihat pengunjung lain yang datang. Sehingga terkesan curug ini masih ‘perawan’. Hanya terlihat ada senderan bendungan.
Berdasarkan prasasti yang tertulis pada senderan, pembangunan senderan selesai dibangun tahun 2014.
Salah seorang koordinator ekspedisi, Piping mengakui, dirinya mendapatkan informasi dari sejumlah temannya yang tergabung dalam group di facebook.
Ia bersama teman-temannya ingin melihat secara langsung dan membuktikan dengan melihat langsung.
"Pemandangannya memang oke, tapi untuk akses jalan untuk sampai ke wilayah atas Curug Tapak Kuda masih terjal, dan masih banyak ranting- ranting pohon. Artinya memang belum ada pengelola yang memanfaatkan curug ini. Namun dari segi nuansa alam dan eksotisme curug, curug ini punya potensi alam yang cukup menarik, " ujarnya.
Berdasarkan informasi, Curug Tapak Kuda ini mengalir dari gunung Cakrabuana, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang.
Hanya saja secara letak geografis, curug ini masih termasuk wilayah Desa Sadawangi yang notabene merupakan wilayah Kecamatan Lemahsugih.
Kepada para pengunjung, jangan heran jika nuansa dan logat bahasa yang dipergunakan masyarakat di sekitar Tapak Kuda ini gaya bicaranya sudah mirip-mirip gaya bahasa Sunda Sumedang.
Karena memang cukup dekat ke wilayah Sumedang Kecamatan Darmalarang, dan cukup dekat pula jika mau melintas ke Bendungan Jatigede. (hrd)
![]() |
| Curug Tapak Kuda. Foto: Herik Diana/Rakyat Majalengka |
Kini muncul lagi sebuah air terjun yang tak kalah indahnya, di blok Simpur Dusun Tapak Kuda Desa Sadawangi.
Warga sekitar menyebutnya dengan nama curug (air terjun-red.) Tapak Kuda, yang diambil asal nama daerahnya. Curug ini cukup terjal dan lebih tinggi daripada curug Muara Jaya.
Dan terlihat ada empat tingkatan curug sehingga terlihat lebar dan panjang.
Hanya saja, tak seperti di Curug Muara Jaya, ataupun Green Canyon di Sukadana.
Ketika memasuki curug ini, baik di tempat parkir yang memang masih dititipkan di halaman rumah-rumah warga, memasuki area curug pun masih gratis.
Karena memang tak ada pihak pengelola parkir.
Para pengunjung yang datang hanya akan disapa oleh warga sekitar. Warga sekitar mengakui, bahwa hanya terkadang saja ada sejumlah orang yang mau melihat curug Tapak Kuda ini.
"Bagi kami curug Tapak kuda itu biasa, kalau pun ada warga lain yang ingin melihat, itu hanya kadang-kadang saja, tidak ramai seperti obyek wisata lain, intinya di sini tidak aneh kang. Kalau mau lihat Curug silakan-silakan saja," ungkap seorang warga setempat, Wati.
Ketika wartawan koran ini bersama tim ekspedisi dari Radika (radio pemerintah daerah-red.) menelusuri secara langsung ke lokasi Curug tapak kuda, rombongan motor terpaksa dititipkan di halaman rumah warga.
Dan kami pun harus berjalan kaki menuju lokasi curug dan berjalan selama 10 menit dengan menyusuri jalanan pematang sawah.
Di lokasi curug ini tidak terlihat pengunjung lain yang datang. Sehingga terkesan curug ini masih ‘perawan’. Hanya terlihat ada senderan bendungan.
Berdasarkan prasasti yang tertulis pada senderan, pembangunan senderan selesai dibangun tahun 2014.
Salah seorang koordinator ekspedisi, Piping mengakui, dirinya mendapatkan informasi dari sejumlah temannya yang tergabung dalam group di facebook.
Ia bersama teman-temannya ingin melihat secara langsung dan membuktikan dengan melihat langsung.
"Pemandangannya memang oke, tapi untuk akses jalan untuk sampai ke wilayah atas Curug Tapak Kuda masih terjal, dan masih banyak ranting- ranting pohon. Artinya memang belum ada pengelola yang memanfaatkan curug ini. Namun dari segi nuansa alam dan eksotisme curug, curug ini punya potensi alam yang cukup menarik, " ujarnya.
Berdasarkan informasi, Curug Tapak Kuda ini mengalir dari gunung Cakrabuana, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang.
Hanya saja secara letak geografis, curug ini masih termasuk wilayah Desa Sadawangi yang notabene merupakan wilayah Kecamatan Lemahsugih.
Kepada para pengunjung, jangan heran jika nuansa dan logat bahasa yang dipergunakan masyarakat di sekitar Tapak Kuda ini gaya bicaranya sudah mirip-mirip gaya bahasa Sunda Sumedang.
Karena memang cukup dekat ke wilayah Sumedang Kecamatan Darmalarang, dan cukup dekat pula jika mau melintas ke Bendungan Jatigede. (hrd)
www.rakyatcirebon.co.id menyajikan informasi seputar politik, bisnis, budaya, kesehatan, olahraga, kriminal, suara rakyat serta komunitas & hobi di Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan
Langganan:
Postingan (Atom)





















